Editor : Redaksi
|
Reporter : TIM

Matalineindonesia.com-Proyek rehab rumah bantuan pasca bencana seroja di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga bermasalah. Terkait ini, publik mempertanyakan kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), dalam hal ini Inspektorat Daerah Kabupaten Malaka.

Publik bertanya, sejauh mana APIP menjalankan fungsi pengawasan internal melalui audit, review, evaluasi, dan pemantauan.

Pertanyaan publik ini kian menggema, setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membuat pernyataan bahwa sudah ada hasil audit monitoring dari Inspektorat Daerah Kabupaten Malaka terhadap proyek rehab 3.118 unit rumah pasca seroja, dengan total anggaran 57,5 Miliar Rupiah ini.

Berbeda dengan PPK, Kepala Inspektorat Daerah, Agustinus Remi Leki, sebagaimana diberitakan Sebelumnya, ia menjawab pertanyaan wartawan bahwa belum ada hasil audit monitoring.

Namun, pernyataan ini kemudian diralat, Minggu malam (13/08), jika yang dimaksud hasil monitoring, maka hasil monitoring tersebut sudah ada dan telah diserahkan ke PPK.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.