Editor : Redaksi
|
Reporter : Yan Bere

Matalineindonesia.com-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten TTS, Provinsi NTT mengajak seluruh umat beragama cegah Isu SARA dan Hoax terkait dengan merebak kasus Rabies di Kabupaten TTS demi menjaga kerukunan dan kedamaian pasca ditetapkan Kasus Rabies menjadi Kasus Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Kabupaten TTS.

Imbauan FKUB dibuat setelah melakukan diksusi mendalam tentang adanya pergeseran isu kasus Rabies yang dapat memungkinan di bawa ke suku, agama, ras, dan golongan tertentu (SARA) serta lainnya.

FKUB meminta semua pihak dan element masyarakat menghindari isu – isu yang dapat mengancam perpecahan dalam upaya pemerintah Kab. TTS memerangi dan mencegah kasus Rabies berkembang menjadi Luas. Sebab, isu ini dinilai hanya menimbulkan perpecahan dalam masyarakat dan merugikan masyarakat Kabupaten sendiri. “Karena dapat mengganggu kerukunan umat beragama yang sudah terpelihara dan terbina selama ini,”

Dalam upaya penanganan dan penanggulangan permasalahan Rabies juga, Ketua FKUB Pdt. Ebenhezer Telnony meminta Pemerintah untuk melibatkan stake hlder terkait , bergerak secara masif serta bergandengan tangan dalam upaya penanganan Rabies, terkait Data sebaran, sosialisasi, edukasi dan perkembangan harian kasus rabies juga harus terus di publikasikan untuk menjadi konsumsi bersama , karna masyarakat membutuhkan informasi dan edukasi yang lebih dari pemerintah, Imbuhnya

Pemerintah Kabupaten TTS juga diminta untuk terus menggenjarkan sosialisasi tekait bahaya dan cara penanganan Rabies kepada masyarakat lewat peran Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan, Status KLB yang sudah di tetapkan menjadi tanggung jawab bersama lewat usaha – usaha nyata, tidak cukup edukasi dan sosialiasi saja bila perlu libatkan unsur Aparat TNI/ Polri dalam upaya Eliminasi Selektif , pangkas Ketua FKUB .

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.