Editor : Redaksi
|
Reporter : TIM

Matalineindonesia.comPejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek dan Kontraktor pelaksana rumah bantuan seroja di Kabupaten Malaka, NTT diduga saling tuding soal dugaan manipulasi item pekerjaan Stiker BNPB. Kontraktor dan PPK saling tuding soal siapa yang bertanggung jawab atas pengadaan stiker BNPB.

Diketahui, item pekerjaan ‘Stiker BNPB’ ditemukan tercantum dalam daftar item pekerjaan sebagai Pekerjaan Persiapan. Faktanya, pada setiap rumah bantuan bencana seroja yang didatangi tim wartawan tidak ditemukan adanya stiker BNPB disana.

Para penerima manfaat yang ditemui pun mengaku tidak tahu-menahu soal stiker tersebut. Padahal, dalam dokumen serah terima pekerjaan pun Stiker BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) tersebut tercantum sebagai salah satu item pekerjaan.

Pada dokumen serah terima pekerjaan, item Stiker BNPB ini dibandrol dengan harga satuan Rp 30.000 (Tiga Puluh Ribu Rupiah). Jika dikalikan dengan 3.118 unit rumah akan menjadi Rp. 93.540.000 (Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah).

Jika terdapat dalam dokumen serah terima, mestinya Stiker BNPB ini masuk dalam daftar item pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana. Namun, beberapa kontraktor pelaksana rumah bantuan bencana seroja di Kabupaten Malaka, yang sempat dikonfirmasi wartawan mengaku, sesuai informasi yang mereka dapat, stiker tersebut disiapkan oleh BPBD dan diberikan kepada kontraktor untuk dipasang pada rumah yang sudah diserahterimakan (PHO).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.