Editor : Redaksi
|
Reporter : TIM

Matalineindonesia.com-Realisasi proyek rumah bantuan pasca bencana seroja di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT dengan anggaran 57,5 Miliyar Rupiah diduga menyimpan banyak masalah. Mulai dari pendataan dan penetapan penerima, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan hingga proses serah terima diduga sarat manipulatif.

Sejumlah persoalan diatas, salah satunya, dinilai merupakan andil dari kinerja tim monitoring yang bekerja atas dasar SK Bupati Malaka. Tim Monitoring tersebut dinilai hanya asal menerima honor alais menghabiskan anggaran tanpa hasil kerja yang jelas.

Demikian disampaikan Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, Gabrial Goa dalam rilis tertulis kepada tim media ini, Selasa (01/08/2023).

“Bilangnya ada tim monitoring yang di dalamnya ada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, hingga Kepala Dinas, tapi data jumlah rumah yang sudah selesai dikerjakan tidak jelas dan simpang siur. Kalau mereka kerja serius kontrol (lakukan monitoring, red) proyek itu, kenapa mereka tidak beri laporan jelas dan pasti soal hasil realisasi proyek di lapangan?”, tulis Gabriel dalam rilis tersebut.

“Monitoring itu kan ada pos anggarannya, seharusnya mereka punya rasa tanggungjawab ketika menerima honor tersebut, jangan terima tetapi kemudian kerja asal-asalan? Ini yang orang bilang makan gaji buta. Tahu pakai uang, tetapi tidak tahu tanggungjawabnya apa,” lanjut dia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.