Kupang,Matalineindonesia.com-Diduga pencopotan mantan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Izhak Rihi pada tanggal 6 Mei 2020 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS-LB) terkait penolakannya untuk mencairkan sejumlah kredit yang total nilainya mencapai sekitar Rp 110 Milyar. Diduga ada gerombolan ‘mafia kredit‘ yang bermain dibalik pencopotan Izhak Rihi.

Demikian diungkapkan Ketua Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) Indonesia, Gabriel Goa kepada Tim Media ini, Rabu (25/1/23) saat dimintai tanggapannya terkait gugatan Izhak Rihi terhadap Para Pemegang Saham (di RUPS-LB 6 Mei 2020, red).

“Saya duga Izhak Rihi itu dicopot sebagai Dirut Bank NTT karena dia tidak mengakomodir kepentingan ‘mafia kredit’ yang diduga ingin ‘mencaplok’ uang dari Bank NTT melalui pengajuan sejumlah kredit. Saya duga, gerombolan ini yang bermain dibalik pencopotan Izhak Karena sebelum dicopot, Izhak menolak pengajuan beberapa kredit yang totalnya lebih dari Rp 100 M, antara lain 1) Kredit PT. Budimas Pundinusa sekitar Rp 30 M untuk budidaya rumput laut tahap II (tahap I Rp 100 M, red): 2) Pengajuan Kredit untuk pabrik minuman Sophia sekitar Rp 35 M; dan 3) Pengajuan Kredit untuk Galangan Kapal di Sulamu sekitar Rp 45 M,” ungkap Gabriel Goa yang juga Pendiri Lembaga Hukum dan HAM Padma Indonesia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.