Editor : Redaksi
|
Reporter : TIM

MATALINEINDONESIA.COM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Oelamasi Kabupaten Kupang diminta telusuri dugaan korupsi proyek pengadaan anakan pisang Cavendish di Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kupang. Alasannya, diduga realisasi biaya pengadaan anakan pisang sudah 100 persen sebelum proyek tersebut rampung (sebelum anakan pisang tersebut tuntas diadakan, red).

Demikian disampaikan Yohanes Yap, korban pencurian 400 anakan Pisang Cavendish di desa Manusak Kecamatan Kupang Timur tahun lalu, kepada media ini di Kupang pada Jumat, 15 Maret 2024, pasca bersurat resmi ke Kejari Oelamasi terkait kasus tersebut.

“Dengan surat resmi saya ke Kejaksaan Negeri Oelamasi Kabupaten Kupang itu, saya berharap (minta, red) untuk kasus dugaan korupsi atau Tipikor pengadaan anakan pisang bisa ditelusuri,” ujarnya.

Yohanes Yap mengungkapkan, pembayaran pengadaan anakan pisang diduga sudah 100 persen mendahalui realisasi fisik, dan padahal anakan pisang belum terealisasi.

“Karena setahu saya, pembayaran sudah dilakukan 100 persen ditanggal 20 Desember 2022. Sedangkan barang belum realisasi atau barang belum sampai, sehingga mereka curi ditanggal 13 Januari 2023 itukan sudah menyalahi aturan pengadaan,” jelasnya dalam nada kritik.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.