Editor : Redaksi
|
Reporter : TIM

Kupang,Matalineindonesia.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), ‘diseret’ ke ‘meja hijau’ alias dipra-peradilankan Ketua Araksi, AB karena diduga melanggar peraturan/perundang-undangan dalam proses penetapan AB sebagai tersangka sehingga penetapan tersangka dengan ‘modus’ rekayasa Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut dinilai tidak sah.

Demikian dikatakan anggota Tim Penasihat Hukum (PH) Ketua Araksi (AB), Jemy Haekase, SH kepada tim media ini saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Sabtu (4/3/23) terkait Gugatan Pra-Peradilan yang didaftarkan Tim PH ke Pengadilan Negeri (PN) Kefamenanu.

“Saya pastikan bahwa kami sudah mendaftar gugatan pra-peradilan ke PN Kefamenanu sejak tanggal 27 Februari 2023. Kami harap gugatan pra-peradilan tersebut dapat segera disidangkan dalam waktu 7 hari sejak didaftarkan,” ujar Haekase.

Namun menurutnya, hingga hari Sabtu, 4 Maret 2023, pihaknya belum mendapat panggilan sidang dari PN Kefamenanu. “Kami belum mendapat relas panggilan dari PN Kefamenanu hingga hari ini,” beber Haekase.

Ia berharap, persidangan pra-peradilan tersebut dapat segera dilaksanakan secepatnya. “Kami harap PN Kefamenanu segera menyidangkan pra-peradilan ini. Jangan sampai mengulur-ulur persidangan,” tandasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.