Editor : Redaksi
|
Reporter : TIM

Matalineindonesia.com-Kepolisian Resort (Polres) Kupang diduga berupaya melindungi para pelaku tindakan pidana penganiayaan/pengeroyokan terhadap Richard Funay (korban, red) di rumah Elias Ndoki, warga Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah-Kabupaten Kupang pada Senin (03/07) pukul 04.45 Wita. Pasalnya, sejak kasus tersebut dilaporkan pada bulan Juli 2023 lalu, belum ada perhatian Polres Kupang untuk memanggil dan memeriksa serta menahan para pelaku, yakni Ridho Oematan, Jhoni Watimena, Abe Tihu, dan Jandhi.

Hal ini diungkapkan Siska Funay, ibu korban (Richard Funay) kepada wartawan media ini di Kupang pada Rabu (03/08/2023), terkait progress penanganan kasus laporannya ke Polres Kupang (Laporan Nomor: STPL/B/172/VII/2023/SPKT/POLRES KUPANG/POLDA NTT).

“Lambat sekali (penanganan laporan kasus dugaan penganiayaan terhada Richard, red). Kasus sudah dilaporkan sejak bulan lalu. Ini sudah satu bulan, tapi polisi tidak serius. Kami seakan dibuat untuk tidak percaya dengan pelayanan hukum di Polres Kupang. Jadi kalau begini, kami akan laporkan di Polda supaya Polda ambil alih untuk memberi keadilan untuk kami.” Ujarnya dalam nada kecewa.

Menurut Ibunda Richard Funay, pelayanan hukum Penyidik Polres Kupang kurang berpihak kepada dirinya dan keluarga, terutama anaknya Richard selaku korban. Penyidik selalu berdalih belum mengantongi alat bukti yang cukup untuk memanggil dan memeriksa serta menahan para terduga pelaku.

Hal senada diungkapkan Opa Funay, ayah korban. Ia mengaku khawatir atas aktivitas anaknya di lingkungan Oebelo, karena para terduga pelaku masih berkeliaran di daerah tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian (Polres Kupang, red) tidak berupaya melindungi korban, tetapi sedang memberi ruang untuk terjadinya peristiwa hukum yang baru. Karena para terduga pelaku masih aktif berkomunikasi di medsos (media sosial).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.