MATALINEINDONESIA.COM ||Perjalanan dari Kupang menuju Timor Tengah Selatan (TTS) kerap menyuguhkan panorama alam yang indah. Namun, ada satu hal yang tak luput dari perhatian para pelintas, yakni aroma tak sedap di sekitar Jembatan Noelmina.

Ironisnya, tak jauh dari titik tersebut, destinasi wisata Oehala sedang berada dalam sorotan tajam.

Drs. Joni Justus Arnolus Ninu, M.Pd, seorang mantan akademisi Undana Kupang sekaligus pemerhati sosial, menyuarakan keprihatinannya atas polemik pengelolaan tempat wisata Oehala yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan.

Dalam pernyataannya, Drs. Ninu mempertanyakan ketegasan dan peran aktif Dinas Pariwisata TTS dalam menangani permasalahan yang terjadi di lapangan, mulai dari status lahan, mekanisme penjualan karcis, hingga keterlibatan petugas yang tidak jelas asal-usulnya.

“Jika ada masalah, siapa yang salah? Pemerintah, pemilik lahan, penjual karcis, ataukah aturannya sendiri?” ujar beliau dalam kritik terbukanya.

Menurutnya, Kadis Pariwisata TTS seharusnya tidak hanya berkutat pada rapat-rapat konsultatif, melainkan harus hadir dengan solusi konkret.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.